Topi Anti Corona Untuk Lindungi Diri dan Keluarga

Rabu, 15 April 2020

Severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-cov-2) atau yang saat ini disebut dengan virus corona merupakan sebuah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit akibat virus ini diberi nama COVID-19. Virus ini sedang melanda seluruh dunia termasuk di Indonesia bahkan hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya sehingga alat pelindung diri dan juga kesehatan tubuh sangatlah penting untuk senjata perang melawan virus corona.

Virus corona pertama kali ditemukan di Wuhan, China kemudian menular dengan cepat hingga ke berbagai negara termasuk di Indonesia. Virus corona ditularkan melalui droplets dari batuk atau bersin penderita COVID-19. Saat ini beberapa kota di Indonesia juga sudah melakukan lockdown agar dapat memutus rantai penyebaran virus corona. Dengan tetap di rumah diharapkan tidak ada lagi jumlah korban yang bertambah.

Topi Anti Corona Untuk Lindungi Diri dan Keluarga

Namun apabila terpaksa harus keluar rumah karena keperluan yang penting, maka sangat disarankan untuk selalu menggunakan masker anti corona agar droplets tidak terkena area wajah terutama pada bagian mata, hidung, dan mulut karena sangat beresiko terpapar virus corona.

Tetap menjaga jarak dengan orang lain setidaknya sejauh 1 meter, hindari memegang area wajah dengan tangan yang kotor atau setelah memegang benda-benda lain di tempat umum, serta menghindari kerumunan orang banyak dan sebisa mungkin hindari kontak dengan orang lain.

Setelah melakukan aktivitas, sebaiknya untuk langsung mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setidaknya minimal 20 detik. Apabila tidak ada air, bisa menggunakan hand sanitizer dengan kadungan alkohol 70% yang efektif membunuh virus dan bakteri. Cuci tangan dengan rutin sebelum makan, setelah melakukan kontak dengan orang lain atau benda-benda di tempat umum, menjaga jarak, serta menggunakan perlengkapan pelindung diri dengan baik.

Alat Pelindung Diri Dari Virus Corona
Gejala COVID-19 memang hampir mirip dengan gejala flu. Namun penderita COVID-19 umumnya mengalami demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius, batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala ini akan terlihat setelah 2 hingga 14 hari setelah terpapar virus corona.

Namun untuk memastikan apakah penderita benar-benar positif COVID-19, maka bisa dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu rapid test sebagai penyaring, tes PCR atau usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak, dan rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di dalam paru-paru.

Saat ini memang masih belum ditemukan vaksin namun banyak orang yang sudah sembuh dari COVID-19 terlepas dari banyaknya korban jiwa. Untuk meredakan gejalanya biasanya dokter akan merujuk penderita untuk menjalani karantina dan perawatan pada rumah sakit yang ditunjuk, memberikan obat-obatan seperti pereda demam dan nyeri sesuai dengan kondisi penderita.

Namun jika kemungkinan terkena virus corona namun tidak menunjukkan gejala, maka akan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dan juga istirahat yang cukup selama 14 hari hingga dirasa gejala benar-benar tidak muncul dan sehat. Dianjurkan juga untuk minum air putih secukupnya dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi agar dapat meningkatkan sistem imun dan juga menjaga kadar cairan tubuh.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan topi anti corona untuk melindungi diri dari paparan virus corona. Topi ini bisa dibeli di https://custom.co.id/bikin-topi/topi-corona dengan harga yang terjangkau. Pada bagian depan terdiri dari visor yang melindungi area wajah dengan maksimal dan juga bisa dilepas pasang agar lebih mudah untuk dicuci. Tersedia juga untuk anak-anak dengan ukuran yang lebih kecil.

Deskripsi : alat pelindung diri dari virus corona terdiri dari banyak macam salah satunya yaitu topi anti corona dari Custom.co.id.
 
Copyright © 2014. lieselmatthews.net. Powered by Blogger.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper
Creative Commons License