Tips Iklan Online

Selasa, 10 Desember 2019

Salah satu terminologi web yang paling tak jarang disebut-sebut — celakanya, juga paling tak jarang disalahpahami– untuk menunjukkan besar-kecilnya suatu  portal merupakan “hit”. Ketika AE suatu  portal mendatangi calon pemasang iklan online (umpama iklan rumah/iklan properti, dsb), pertanyaan awalnya tak jarangkali semacam ini: “Berapa hit portal Anda?” Dengan senyum mantap, sang AE menjawab: “Hit kami jutaan per hari.” Ia tak sedang sesumbar. Ia menjawab pertanyaan itu dengan benar dan jujur. Persoalannya merupakan, tak jarangkali sang calon pemasang iklan online (umpama iklan rumah/iklan properti) memahami hit sebagai jumlah pengunjung dan sang AE tak membahas faktor itu.

Tips Iklan Online

Oleh sebab itu, apabila Kamu merupakan calon yang pasang iklan online, buang kata-kata hit dalam perbendaharaan online marketing Anda. Istilah hit lebih cocok untuk penjelasan teknis, yakni seberapa tak sedikit “file alias link” yang ter-download dalam halaman-halaman web yang kami buka. Dari segi online marketing, berapa pun “file alias link” yang ada dalam suatu  halaman web portal tak relevan untuk mengukur keberhasilan online marketing.

Memilih media promosi online terbukti susah-susah gampang. Sebagai media baru, media promosi online belum seberuntung media konvensional lain semacam cetak, radio dan teve yang telah mempunyai lembaga independen untuk memberbagi rating. Walau demikian, setiap media online (tergolong pasang iklan gratis/media iklan gratis) mempunyai data trafik portal yang sangat berkegunaaan bagi para pemasang iklan. Biasanya data-data tersebut diberbagi dalam bentuk data mentah, alias telah diolah oleh media online-nya. Walau tak diaudit oleh lembaga independen, data tersebut susah dimanipulasi (di mark-up) oleh pengelola media online sebab dikerjakan langsung oleh mesin statistik.

Data mentah yang dihasilkan oleh mesin statistik biasanya mengandung berbagai alat ukur, yakni hit, unique visitor, number of visit, pageview. Berbagai mesin statistik dapat mengeluarkan variabel-variabel yang lebih detil, umpama tren pengunjung dalam rentang waktu tertentu, halaman web yang paling disukai pengunjung dan lain-lain.

Tetapi, untuk kebutuhan yang biasa, variabel pengunjung unik, jumlah kunjungan dan jumlah halaman yang dibaca pada periode tertentu (mingguan alias bulanan), dapat dijadikan patokan. Pengunjung unik merupakan jumlah IP (Internet Protocol) address yang berhasil dicatat oleh mesin statistik. IP adress merupakan suatu  nomor random yang menjadi bukti diri pengakses ketika mereka tersambung ke Internet. Satu IP address dapat saja mewakili lebih dari satu pengunjung. Suatu  kantor yang memakai koneksi Internet leased line biasanya mempunyai satu IP address untuk mengakses Internet. Apabila kantor itu mempunyai 100 karyawan yang tersambung ke Internet, berarti satu IP adress boleh dianggap mewakili 100 pengunjung. Apabila Kamu mengakses Internet dengan metode dial-up, maka Kamu bakal memperoleh satu IP address acak, yang berarti satu IP address setara dengan satu pengunjung. Lalu berapa besar konversi pengunjung unik alias IP address ini dengan jumlah pengunjung? Belum ada barometer umum. Walau demikian, Detikcom umpama, mengunakan angka satu IP address alias pengunjung unik setara dengan 10 pengunjung. Dapat sehingga angka konversi ini diikuti oleh portal lain.

Variabel lain, yakni jumlah kunjungan, menunjukkan seberapa tak jarang pengunjung yang sama mengakses suatu  portal. Sedangkan page view membahas berapa tak sedikit jumlah halaman web yang dibuka alias dibaca oleh pengunjung. Variabel terbaru ini sangat penting bagi pemasang iklan online sebab metode umum portal di Indonesia merupakan menempatkan iklan online pada tempat-tempat tertentu, yakni halaman depan dan setiap halaman di folder tertentu.
 
Copyright © 2014. lieselmatthews.net. Powered by Blogger.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper
Creative Commons License